Rabu

Wisata Akhir Pekan Yogyakarta

Akhir pekan merupakan saat yang di nanti bahkan sejak awal pekan dimulai. Karena di akhir pekan adalah saatnya untuk menyegarkan kembali kepala kita setelah sekian lama mengepul. Dan khusus anda warga negeri Yogyakarta, akhir pekan adalah saat yang tepat di tempat yang tepat untuk menyusuri keindahan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Oke, karena penulis adalah warga Yogyakarta dan terkadang iseng berkunjung ke tempat-tempat wisata akhir pekan, maka di sini saya akan berbagi tentang ‘paket wisata’ yang ada di kepala saya. Yup, akhir pekan atau Sabtu-Ahad memang sebenarnya waktu yang tidak terlalu lama untuk liburan. Bagi saya Ahad adalah saat beristirahat dan memberi kesempatan bagi wisatawan luar Yogyakarta untuk berkunjung, dan Sabtu adalah hari yang tepat untuk berwisata akhir pekan.

Di tulisan ini saya akan berbagi tentang daerah-daerah yang bisa dikunjungi di akhir pekan dalam 1 hari. Biasanya wisata akhir pekan dimulai sejak pagi hari (jam 7 – jam 8) hingga menjelang Magrib, atau mungkin setelah Magrib (sunset). Jadi memaksimalkan waktu dengan rute perjalanan yang seefektif mungkin. Termasuk di dalamnya adalah wisata umum dan wisata blusukan. Okay langsung saja:


Merapi : Kaliadem – Museum Gunung Merapi - Kaliurang – Kinahrejo
Rute ini mengarah ke Utara melewati jalan kaliurang dengan tema gunung Merapi. Kunjungan bisa diawali dari Kaliadem, kemudian berlanjut ke Museum Gunung Merapi yang relatif masih baru dan bagus menurut penulis. Kemudian perjalanan bisa dilanjutkan masuk ke Kaliurang dengan beberapa alternative seperti taman bermain, puncak Plawangan dan terus ke Utara hingga sampai di desa terakhir, Kinahrejo, tempat sang legenda Merapi, Mbah Marijan. Di Kinahrejo kita bisa berwisata mengarungi lautan lahar dingin hasil erupsi 2010 dengan jeep sewaan. Pemandangannya bagus dan dilengkapi dengan museum sederhana berupa sebuah rumah dan perabot sisa bencana erupsi Merapi.

Sebenarnya terdapat satu lagi museum yang bisa dikunjungi yaitu Ulen Sentalu, namun tiket masuk ke museum ini relatif. Penulis sendiri belum pernah ke sana (karena mahal hhe). Yang pasti harga tiket di atas Rp25.000.


Ketep Pass – Borobudur
Masih dengan rute Utara, kali ini melewati Jalan Magelang. Ketep pass merupakan gardu pandang Merapi sehingga kita bisa menikmati eksotisme gunung Merapi. Pemandangan terbaik ada di pagi hari, yaitu ketika kabut masih belum menutupi badan gunung. Di Ketep Pass ini juga terdapat teater yang mempertontonkan film dokumentasi dan pengetahuan tentang Gunung Merapi.

Untuk menuju ke Ketep Pass, melewati Jalan Magelang hingga Muntilan dan masih lurus terus, hingga sampai di sebuah pabrik Pulp Kertas, belok ke kanan ke jalan aspal, nah ikuti jalan it uterus sekitar setengah jam hingga nanti sampai Ketep Pass di kiri jalan di dekat percabangan jalan, ambil arah kiri (kalau kanan jalan turun arah Selo).

Tempat wisata yang dekat dengan Ketep Pass ini hanya candi Borobudur. Tiket masuk Borobudur sebenarnya juga mahal, tapi mau ke mana lagi. Bagi yang belum pernah mungkin ini menu wajib, mengingat Borobudur masuh dalam 7 keajaiban dunia (versi valid).

Untuk menuju Borobudur dari Ketep Pass, balik lagi ke arah Jogja via Jalan Magelang, hingga sampai pertigaan lampu APILL, belok kanan (kalau ada petunjuk Borobudur belok kanan). Kalau dari Jogja, lewat jalan Magelang, lewat Muntilan, hingga sampai pertigaan lampu APILL, belok kiri (kalau ada petunjuk Borobudur belok kiri).


Nglanggeran: Jembatan Lemahbang – Gunung Api Purba – Embung Nglanggeran
Kali ini rute ke Timur. Nglanggeran terletak di sekitaran bukit Patuk, Gunungkidul, yang kini sedang dalam proses pengembangan kawasan wisata. Jadi di kompleks Nglanggeran ini terdapat beberapa tempat wisata yg bisa dikunjungi.

Untuk menuju Nglanggeran bisa melewati jalan Wonosari, hingga mulai naik bukit, melewati Bukit Bintang Patuk, hingga sampai di Radio GCD FM (kiri jalan) atau Polsek (kanan jalan), belok masuk ke kiri ke jalan aspal. Kemudian susuri jalan terus hingga melewati kompleks tower TV, terus (kalau mau mampir foto-foto juga boleh), hingga melewati jalan turun panjang yang berujung di perempatan (ada Puskesmas di dekatnya). Belok kiri itu ke jembatan Lemahbang, belok kanan ke Gunung Api Purba dan Embung.

Untuk menuju Jembatan Lemahbang, belok kiri menyusuri jalan aspal jelek hingga berganti ke jalan semen, masih terus, pertigaan terus, kemudian jalan turun, terus hingga mentok ke Jembatan Gantung Lemahbang. Di sini bisa kita nikmati eksotisme jembatan gantung di pelosok desa setinggi 30 meter. Tak hanya itu di bawah jembatan terdapat goad an air terjun yg juga bisa kita nikmati.

Untuk menuju Gunung Api Purba, dari perempatan (tadi), belok ke kanan, tak sampai 15 menit kita sudah bisa menemui Pos Gunung Api Purba Nglanggeran. Dengan ketinggian >800m, gunung ini bisa kita daki dengan lama perjalanan sekitar 2 jam (jalan) atau 30 menit (sprint). Gunung ini bisa didaki di siang hari, atau sore hari dengan target melihat sunset di puncak, atau mungkin menginap/camping di atas. Akan ada beberapa spot menarik di sepanjang perjalanan naik gunung purba ini.

Nah yang baru di Nglanggeran adalah Embung Nglanggeran. Embung atau danau ini belum lama dibuat dan dapat dilihat dari puncak Gunung Api Purba. Untuk menuju ke Embung ini tinggal mengikuti petunjuk arah dari Gunung Api Purba, atau dari Gunung Api Purba lurus lagi, hingg mentok pertigaan, belok kiri, tidak jauh dari pertigaan tadi langsung belok kiri ke jalan semen menanjak, ikuti jalan tersebut hingga berujung di Embung. FYI Mobil bisa masuk ke sana dan nggak usah khawatir papasan karena udah ada petugas yg mengatur. Sebenarnya di sekitaran Embung tersebut sedang dibangun kawasan Kebun Buah Nglanggeran, namun karena belum lama ditanam jadi belum terlihat ‘kebun’ nya. Di Embung ini bisa kita nikmati sunset di sore harinya.

Paket Goa Pindul
Masih rute ke Timur. Sebenarnya penulis belum pernah ke sana, dan sekarang pun sedang dalam status ditutup karena konflik perselisihan pengelola. Yup, karena banyaknya wisatawan yang kesana, tingginya tiket masuk, maka banyak uang yang mengalir ke sana, dan pecahlah perselisihan. Yang pasti Gua Pindul terletak di timur Kota Wonosari. Untuk masuk ke sana bisa dipilih paket wisata, Gua Pindul saja atau ditambah dengan objek lainnya. Goa pindul merupakan goa yang dialiri sungai, sehingga untuk menyusurinya bisa kita gunakan pelampung dan akan didampingi oleh pemandu khusus.


Bukit Hijau – Mangunan – Sri Gethuk
Bergeser ke rute Selatan, nah kali ini tujuan pertamanya adalah kebun buah Mangunan. Namun karena terdapat bukit nan indah yang tersempil di dekat perjalanan ke sana, bolehlah kita mampir, yup ke bukit Hijau.

Nah untuk menuju ke Kebun Buah Mangunan, bisa melalui jalan imogiri atau terminal bus Giwangan ke arah Selatan, terus melewati pasar Imogiri, masih terus hingga sampai di pertigaan dekat lapangan, belok ke arah kiri, terus hingga sampai ada plang arah Mangunan/Bukir Hijau, belok ke kanan, terus ikuti jalan,
  • nah kalau mau mampir ke bukit Hijau terlebih dahulu, belok kanan pas ada Petunjuk ke Bukit Hijau nya, ikuti jalan kecil aspal, hingga ada Petunjuk ke Bukit Hijau lagi terus belok kiri, dari situ jalan akan menanjak dengan suguhan pemandangan yang bagus, susuri jalan terus, dan kita bisa juga mampir ke gardu pandang yang ada di kanan jalan (tapi kita perju jalan kaki, dan tidak ada petunjuk arahnya, jadi perlu bertanya agar bisa menemukan jalan masuk menuju gardu pandang), kalau cuaca cerah bisa terlihat laut Selatan dari situ, kalau sudah puas, terus aja ikuti jalan (nggak perlu balik), hingga melewati tanjakan yang luar biasa panjang dan tinggi, nah ada perempatan setelahnya, belok ke kiri, tak lama akan ditemui jalan aspal besar yang mengarah ke Mangunan, beloklah ke kanan,
 nah kembali menuju Mangunan, terus ikuti jalan, sampai ada pertigaan yang ada petunjuk arah ke Mangunan, belok kanan, ikuti jalan dan sampailah di kebun buah Mangunan, di kanan jalan.

Di Mangunan ini daya tarik tertinggi malah ada di gardu pandangnya, yang menghadap ke lembah dengan aliran sungai yang berkelok ditambah 1 jembatan gantung kuning (golden gate Imogiri). Kebun buahnya sendiri kurang menarik, karena kebanyakan layu lesu. Dari mangunan ini sebenarnya juga bisa dinikmati matahari terbenam, tapi mungkin hanya pada saat matahari condong di arah selatan. Dari Mangunan perjalanan bisa dilanjutkan ke air terjun Sri Gethuk, atau bisa juga langsung bablas ke pantai selatan.

Untuk menuju Sri Gethuk dari Mangunan, kembali lagi ke jalan utama, jadi dari Mangunan balik melewati jalan aspal, naik, terus hingga sampai ke jalan aspal yang besar, belok kanan, menuju ke arah Dlinggo, cukup jauh dan melewati jalan naik turun bukit, setelah melewati Dlinggo terdapat pertigaan, ambil ke kiri atau ke jalan yang besar, terus menuju ke Playen, cukup lama dan cukup jauh, hingga sampai mentok ke pertigaan, (kalau ke kiri kea rah Wonosari, kalau ke kanan ke arah Sri Gethuk) nah belok kanan, hingga mentok di Kantor Kecamatan ambil ke kanan (belok kanan, dikit, langsung ikuti jalan ke kiri), terus sampai ada pertigaan yang ada petunjuk ke arah Sri Gethuk, belok kanan, ikuti jalan, terus, sampai di jalan jelek, sampai di jalan tanah, sampailah di pos masuk Sri Gethuk, akan diarahkan ke kanan, melewati Gua Rancang Kencono (boleh lah mampir dulu), baru kemudian sampai di area Sri Gethuk.

Untuk mencapai air terjun nya ada 3 cara, pertama jalan kaki menyusuri jalan setapak yang sudah ada petunjuknya, kedua menggunakan rakit dengan membayar Rp5000, ketiga menggunakan helikopter kalau anda cukup punya uang. Di air terjun kita bisa menikmati pemandangan air terjun, green canyon dan kalau mau bisa bermain air atau renang di sungai.



Grand Puri Waterpark – Pantai Parangtritis – Bukit Paralayang
Masih di rute selatan, ke arah Parangtritis. Jika kita berangkat dari pagi hari, melewati jalan Parangtritis, bisa mampir dulu ke Grand Puri Waterpark dan bisa bermain sepuasnya sepanjang hari hingga menjelang sore. Waterpark ini letaknya di kiri jalan tepat di depan PSG. Kemudian bisa juga mampir ke Pasar Seni Gabusan (PSG) terlebih dahulu. Kemudian lanjutkan perjalanan ke pantai Parangtritis, yang sangat mudah untuk mencapainya karena tinggal mengikuti jalan. Di sana bisa bermain ATV, naik andong, berbasah-basahan atau bisa juga sekedar menikmati panorama pantai. Nah menjelang matahari terbenam, segera beranjak dari pantai menuju ke Bukit Paralayang.

Untuk menuju ke bukit Paralayang, cukup mudah, dari jalan aspal besar jalan Parangtritis di tepi pantai itu, lurus terus ke arah timur, melewati jalan naik tidak begitu jauh, sampai ada jalan masuk ke kanan (mirip pertigaan, karena jalan utama belok nanjak ke kiri), ada tulisannya Paralayang, masuk ke kanan, nah ikuti jalan aspas jelek itu, hingga pertigaan masih lurus terus, melewati jalan semen, naik hingga sampai di sebuah warung sekaligus tempat parker. Nah kendaraan bisa parker di situ untuk kemudian lanjut berjalan kaki nggak jauh dan sampailah di bukit Paralayang. Bukit ini sebenarnya adalah landasan pacu paralayang. Dari sini bisa terlihat sepanjang pantai Parangtritis dan bisa juga menikmati matahari terbenam dari sini.



Puncak Suroloyo – Air Terjun Sidoarjo – Goa Kiskendo – Waduk Sermo
Bergeser ke rute Barat, ke arah Kulonprogo, di mana objek-objek wisata di Kulonprogo kebanyakan belum dikelola dengan baik bahkan belum dikelola sama sekali. Setidaknya 4 objek di atas bisa kita nikmati dengan setengah blusukan.

Perjalanan diawali dari jalan Godean, menyusuri jalan Godean jauuuh hingga perempatan Kenteng (setelah jembatan kalo progo, di dekat Rumah Sakit PKU), pertama kita menuju ke Puncak Suroloyo, belok ke kanan, terus cukup jauh, hingga perempatan Dekso (lampu APILL dekat pasar), dari perempatan ini lurus lagi (kalau kiri arah ke Air Terjun Sidoarjo), terus cukup jauh sampai ada jalan masuk ke kiri yang ada petunjuknya ke arah Suroloyo, masuk ke kiri dan ikuti jalan dan ikuti petunjuk jalan ke arah puncak Suroloyo, yang pasti jalan yang dilalui masih cukup jauh, berkelok, naik turun namun dengan jalan aspal yang belum lama sudah diperbaiki.

Suroloyo adalah sebuah gardu pandang, di mana kita bisa melihat Candi Borobudur dari puncak bukit (jika cuaca cerah). Sebelum masuk ke jalan menuju Suroloyo tadi sebenarnya juga ada Bendungan Ancol, yang cukup favorit dijadikan pasangan illegal (belum menikah) untuk berduaan.

Setelah puas di Suroloyo, bisa dilanjutkan ke Air Terjun, kembali ke perempatan Dekso melalui rute tadi. Sampai di perempatan Dekso belok ke barat (kanan kalo dari suroloyo, kiri kalau dari kenteng), ikuti jalan terus cukp jauh hingga ada jalan masuk ke kanan ada plang petunjuk MTS Sidoarjo (bukan MIN Baturetno), belok masuk ke kanan, ikuti jalan hingga sampai di MTS Sidoarjo di kiri jalan, di sebelah/setelah MTS terdapat jalan naik mepet MTS, belok kiri masuk ke jalan tersebut, sekitar 500 meter sampai di pertigaan, ambil kiri dan langsung sampai di rumah bapak Dukuh. Di rumah Dukuh itu kita bisa titipkan sepeda motor. Perjalanan dilajutkan dengan jalan kaki sepanjang 300 meter, hingga sampai di Air Terjun setinggi 70 meter. Setelah puas di Air Terjun perjalanan bisa dilanjutkan ke Goa Kiskendo.

Untuk menuju Goa Kiskendo, bisa berjalan balik ke perempatan Kenteng (selatan perempatan Dekso), dari perempatan Kenteng belok ke arah Barat (kanan kalau dari Dekso, lurus kalau dari Yogyakarta), lurus terus, nah sepanjang perjalanan kan disuguhi permadani hijau persawahan kanan-kiri (boleh lo mampir foto), hingga melewati perjalanan yang menanjak dan sangat menanjak (harap hati-hati karena tanjakan cukup curam), hingga mentok di pertigaan (belok kiri ke arah Sermo, belok kanan ke arah Kiskendo), ambil belok ke kanan ikuti jalan hingga ketemu pertigaan (lurus jalan kecil, kanan jalan besar), lurus ambil jalan kecil dan menanjak, ikuti jalan aspal kecil tersebut hingga sampai di Goa Kiskendo (kiri jalan).

Goa Kiskendo merupakan goa yang dilengkapi dengan taman dan bumi perkemahan. Disarankan untuk ke sana dalam rombongan besar atau ketika hari libur, karena pintu masuk Goa hanya dibuka ketika ramai pengunjung atau ada permintaan. Setelah puas di Goa Kiskendo kita bisa lanjut ke Waduk Sermo.

Untuk menuju ke waduk Sermo, kita bisa balik ke pertigaan tadi, kemudian mengarah ke Waduk Sermo, nah perjalanan ke waduk Sermo dari situ cukup jauh, dan tinggal mengikuti petunjuk jalan yang tersedia. Hingga sampai ke waduk Sermo.



Huffft … capek nya …


0 komentar:

Poskan Komentar